PROFIL POSYANDU TERATAI 2

  1. Posyandu Teratai II  Di Tengah  Perkembangan Masyarakat

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Teratai II yang didirikan tanggal 12 Mei tahun 2012 di tengah masyarakat  RW 05, seiring  berjalannya waktu sampai saat ini  telah merefleksikan diri  menjadi sebuah  pusat kegiatan yang mewadahi  partisipasi masyarakat dalam  meningkatkan pelayanan kesehatan keluarga,  guna mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal dengan cara menciptakan kemampuan (upaya) untuk hidup sehat dan berdaya guna bagi setiap penduduk,  diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat, dengan bimbingan  para pihak yang professional dibidangnya dan  memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat.

 Langkah-langkah proaktif  untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat dan menciptakan kemampuan (upaya) untuk hidup sehat dan berdaya guna pada setiap penduduk sebagaimana dikemukakan di atas bila mengacu pada pendapat para pakar, [1]  Posyandu Teratai II harus berusaha memposisikan diri sebagai motivator dan fasilitator   yang dapat mensinergikan seluruh elemen masyarakat dalam memberikan edukasi, pelatihan, konsultasi, bantuan tenaga ahli,  promosi dan donasi  kepada masyarakat dengan cara mengembangkan ide motekar dan membangun kemitraan dengan berbagai kalangan yang potensial dalam bidangnya  di wilayah setempat maupun di luar  wilayah. Dikatakan demikian karena derajat kesehatan masyarakat  tidak mungkin akan  optimal bila masyarakat  tidak memiliki pemahaman yang cukup terkait kesehatan dasar,  lingkungan hidup, pengembangan ekonomi keluarga,  perlindungan hukum bagi anak, wanita dan keluarga dari tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pemahaman tentang disabilitas, masalah tumbuh kembang anak bayi dan balita, masalah remaja, masalah lansia,  dan masalah lainnya.   

Selanjutnya dalam perjalanan mewujudkan harapan,  Posyandu Teratai II  sampai  sekarang mengalami  beberapa fase perkembangan dan tiga kali pergantian pengurus maupun kader sebagai berikut :

  1. Fase  Pertama, dimulai tahun 2012 – 2016  Posyandu Teratai II  dibentuk dan diangkat berdasarkan  Keputusan Lurah Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik Kota Bandung Nomor  —  tahun 2012.  Tempat berlangsungnya kegiatan berada di RT 06 RW 05 Kelurahan Cisaranten Kulon  Kecamatan Arcamanik Kota Bandung. Pelayanan Posyandu dilaksanakan setiap hari sabtu minggu pertama dengan jenis pelayanan yang diberikan   antara lain :Pertama,  melakukan penimbangan untuk memantau pertumbuhan anak. Perhatian  diberikan khusus terhadap anak yang 3 kali  tidak melakukan penimbangan, pertumbuhannya tidak cukup baik sesuai umurnya dan anak yang pertumbuhannya berada di bawah garis merah KMS. Kedua,  Pemberian makanan pendamping ASI dan Vitamin A.  Ketiga,  Pemberian PMT untuk anak yang tidak cukup pertumbuhannya (kurang dari 200 gram/ bulan) dan anak yang berat badannya berada di bawah garis merah KMS. Keempat,  Memantau atau melakukan pelayanan imunisasi dan tanda-tanda lumpuh layu. Kelima, Memantau kejadian ISPA dan diare, serta melakukan rujukan bila perlu. Kegiatan pelayanan di Posyandu  Teratai II secara keseluruhan diselenggarakan dalam sistem 5 meja, yaitu :   Meja I , Pendaftaran; Meja II, Penimbangan; Meja III, Pengisian KMS; Meja IV, Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS; Meja V, Pelayanan Kesehatan yang dilakukan oleh Petugas Kesehatan (Puskesmas) untuk melayani  Immunisasi,  pemberian vitamin A dosis tinggi, obat cacing, pembagian pil KB atau kondom,  pemeriksaan kesehatan /pengobatan ringan, konsultasi KB, pemberian makanan tambahan penyuluhan, pemeriksaan ibu hamil, pemberian rujukan ke Puskesmas untuk kasus-kasus serius yang ada. Penyelenggaraan Posyandu  Teratai II terintegrasi dengan PAUD Bina Insan Cendikia dan Mushola Al Ikhlas.
  • Fase Kedua, dari tahun 2016 – 2017, Posyandu Teratai II mengalami pergantian pengurus yang dibentuk dan diangkat sesuai Keputusan Lurah Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik Kota Bandung Nomor 16 tahun 2016  tanggal 09 Oktober 2018 (terlampir). Kegiatan pelayanan masih sama dengan Fase Pertama mempergunakan sistem 5 meja. Pada fase ini Posyandu Teratai II  melakukan penataan kader, sarana prasarana, keuangan, metode dan promosi dan mulai merintis untuk mengembangkan berbagai terobosan baru, penataan administrasi dan menjalin hubungan kemitraan dengan berbagai pihak secara intensif. Pada Fase ini Posyandu Teratai II  masuk kategori Posyandu Purnama (Hijau). Kegiatan terintegrasi dengan PAUD Bina Insan Cendikia, Mushola Al Ikhlas, Majlis Taklim Al Muhajirin Wal Anshor dan Madrasah Al Muhajirin Wal Anshor.
  • Fase Ketiga, tahun 2018  sampai sekarang, Posyandu Teratai II mengalami pengembangan pelayanan yang disesuaikan dengan karakteristik tantangan wilayah binaan antara lain :
  • Pelayanan  masuk pada  sistem 8 meja sebagai perluasan pelayanan sebelumnya yaitu,   Meja I – V sama dengan sebelumnya, Meja VI : Peningkatan Ekonomi Keluarga.  Meja VII :  Perlindungan Hukum. Meja VIII : Pelayanan /data untuk  RDM / Disabilitas.

Dalam perkembangan selanjutnya  hasil monitoring dan evaluasi berbagai pihak  terkait seperti Tim Penggerak PKK Kelurahan Cisaranten Kulon,  Tim Penggerak PKK  Kecamatan Arcamanik, Puskesmas Rusunawa dan telaah kemandirian Posyandu  pada aspek pengorganisasian,  pencapaian program dan faktor yang mendukung, Posyandu Teratai II telah ditetapkan menjadi  Posyandu Mandiri (warna biru) dan multifungsi.

  • Dilakukan pengembangan pelayanan untuk lansia, dengan pembentukan dan pengangkatan pengurus Posbindu Teratai II  sesuai Keputusan Lurah Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik  Kota Bandung  Nomor 9 Tahun 2018 tanggal 25 Juli 2018. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kesehatan dan pendidikan kesehatan, senam sehat, rekreasi, pengajian, dan pengembangan sosial ekonomi.
  • Dilakukan pengembangan kepengurusan untuk pelayanan yang lebih spesifik terkait Balita, Remaja dan Lansia berdasarkan Surat Keputusan  Lurah Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik Kota Bandung Nomor : 149 /SK.04/CKL/III/2018 tanggal 29 Maret 2018. Terdiri dari :
  • Pengurus Bina Keluarga Balita (BKB) Teratai II RW 05 Kelurahan Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik Kota Bandung.
  • Pengurus Bina Keluarga Remaja (BKR) Teratai II RW 05 Kelurahan Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik Kota Bandung.
  • Pengurus Bina Keluarga Lansia (BKL) Teratai II RW 05 Kelurahan Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik Kota Bandung.

Kegiatan Tribina ini juga terintegrasi dengan PAUD Bina Insan Cendikia, Mushola Al Ikhlas, DKM dan Majlis Taklim  Masjid Al Muhajirin Wal Anshor dan Madrasah Al Muhajirin Wal Anshor, dan Sekolah Ibu binaan PKS.

  1. Pengembangan Bidang Pelayanan Posyandu Teratai II
  2. Bidang Kesehatan
  3. Pelayanan kesehatan ibu dan anak (Posyandu).
  4. Pelayanan kesehatan lansia (Posbindu).
  5. Pengelolaan Dana Sehat.
  6. Edukasi dan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).
  7. Edukasi dan Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga).
  8. Pelayanan urut/pijat refleksi keluarga.
  9. Bidang Pendidikan
  10. Bina Keluarga Balita (BKB).
  11. Bina Keluarga Remaja (BKR).
  12. Bina Keluarga Lansia (BKL).
  13. Pendidikan untuk anak usia dini /usia sekolah terintegrasi dengan Paud Bina Insan Cendikia.
  • Bidang Pengembangan Ekonomi Keluarga
  • Pengembangan usaha makanan kecil, aneka kripik dan goreng bawang, kerajinan pemanfaatan limbah,  kerajinan rajutan, decopage, dan lainnya.
  • Pemanfaatan sampah dan pengembangan Bank Sampah.
  • Sekolah Ibu (terintegrasi dengan program PKS).
  • Bidang Lingkungan Hidup
  • Pengelolaan kompos.
  • Pemanfaatan pekarangan /UPGK.
  • Kangpisman  ala Teratai II.
  • Donasi sampah.
  •  Pemanfaatan Kasgot (bekas magot) untuk pupuk.
  • Bidang Informasi dan Konsultasi
  • Edukasi Tumbuh Kembang Anak Balita.
  • Edukasi Perlindungan Anak dan Perempuan /KDRT.
  • Edukasi dan konsultasi Remaja  dan permasalahan.
  • Edukasi dan konsultasi Lansia  dan permasalahan.
  1. Tujuan dan Manfaat Posyandu       

          a.       Bidang Kesehatan

Memiliki tujuan untuk :

  1. Menurunkan angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu (ibu hamil), melahirkan dan nifas.
  2. Membudayakan NKBS (Norma Keluarga Bahagia Sejahtera).
  3. Meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera.
  4. Berfungsi sebagai wahana gerakan reproduksi keluarga sejahtera, gerakan ketahanan keluarga dan gerakan ekonomi keluarga sejahtera.
  5. Melayani kesehatan lanjut usia.

Memiliki Manfaat  untuk :

  1. Kesehatan ibu dan anak
  2. Untuk ibu, memahami pemeliharaan kesehatan ibu di posyandu, pemeriksaan kehamilan dan nifas, pelayanan peningkatan gizi melalui pemberian vitamin dan pil penambah darah, dan imunisasi TT untuk ibu hamil.
  3. Untuk Anak, mendapat  Vitamin A dosis tinggi pada bulan Februari dan Agustus. Hal ini dilaksanakan dalam rangka mengurangi resiko akibat dari kurangnya vitamin A  antara lain menurunnya daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit. [2]  
  4. Untuk Anak dilakukan penimbangan secara rutin tiap bulan dalam rangka  pemantauan pertumbuhan dan mendeteksi sedini mungkin penyimpangan pertumbuhan balita. Dari penimbangan yang kemudian dicatat di KMS, dari   data tersebut dapat diketahui status pertumbuhan balita. Diharapkan apabila penyelenggaraan posyandu baik maka upaya untuk pemenuhan dasar pertumbuhan anak akan baik pula.
  5. Untuk  ibu yang memiliki bayi dan balita  dapat mengetahui tumbuh kembang anak, asupan gizi yang berimbang, kecerdasan dan deteksi dini terhadap perkembangan anak yang tidak sesuai harapan.
  6. Untuk pasangan usia subur dapat memiliki pemahaman tentang :  mengatur jarak kelahiran yang ideal, penggunaan  alat kontrasepsi (KB) yang cocok , usia yang baik dalam melahirkan guna mengurangi resiko tinggi kelahiran, dan resiko kematian.
  • Bagi anak remaja
    • Memperoleh edukasi tentang usia perkawinan ideal, untuk wanita minimal 20 tahun sedangkan laki-laki 25 tahun.
    • Memperoleh edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, resiko terkait kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit menular seksual (PMS), dan tugas remaja dalam kesehatan reproduksi.
    • Memperoleh edukasi tentang NAPZA, upaya pencegahan, dampak dan sanksi pidana.
    • Memperoleh edukasi tentang LGBT.
  • Bagi Lansia
    • Mendapat pemeriksaan kesehatan.
    • Memperoleh edukasi tentang Penyakit Menular dan Tidak Menular.
    • Memiliki kesempatan untuk konsultasi masalah lansia.

b.       Bidang Pendidikan

Memiliki tujuan :

  1. Meningkatkan pengetahuan tumbuh kembang anak dan permasalahan anak pada keluarga Balita (BKB).
  2. Meningkatkan pengetahuan tentang permasalahan remaja pada keluarga Remaja (BKR).
  3. Meningkatkan pengetahuan tentang permasalahan lansia pada keluarga Lansia (BKL).

Memiliki manfaat :

  1. Keluarga Balita mendapat edukasi, pelatihan, konsultasi, bantuan tenaga ahli, promosi, donasi terkait permasalahan Balita.
  2. Keluarga Remaja mendapat  edukasi, pelatihan, konsultasi, bantuan tenaga ahli, promosi, donasi terkait permasalahan remaja.
  3. Keluarga Lansia mendapat edukasi, pelatihan, konsultasi, bantuan tenaga ahli, promosi, donasi, terkait permasalahan lansia.

c.       Bidang Pengembangan Ekonomi Keluarga

Memiliki tujuan :

  1. Meningkatkan pendapatan keluarga.
  2. Meningkatkan keterampilan usaha makanan dan kerajinan lainnya.
  3. Meningkatkan kemampuan pemilahan dan pemanfaatan sampah
  4. Meningkatkan keikutsertaan warga dalam pengembangan Bank Sampah.
  5. Meningkatkan keikutsertaan warga dalam Sekolah Ibu  (terintegrasi dengan program PKS).

Memiliki Manfaat :

  1. Keluarga Balita mendapat edukasi, pelatihan, konsultasi, bantuan tenaga ahli, promosi, donasi terkait pengembangan ekonomi keluarga.
  2. Keluarga Remaja mendapat  edukasi, pelatihan, konsultasi, bantuan tenaga ahli, promosi, donasi terkait pengembangan ekonomi keluarga.
  3. Keluarga Lansia mendapat edukasi, pelatihan, konsultasi, bantuan tenaga ahli, promosi, donasi, terkait pengembangan ekonomi keluarga.
  4. Keluarga mampu mengurangi, memisahkan, dan memanfaatkan sampah.
  5. Keluarga mendapat tambahan dana dari bank sampah.
  • Bidang Lingkungan Hidup

Memiliki tujuan :

  1. Meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pengelolaan kompos.
  2. Meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pemanfaatan pekarangan /UPGK.
  3. Meningkatkan pengetahuan keluarga tentang Kangpisman  ala Teratai II.
  4. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keluarga untuk donasi sampah.
  5. Meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pemanfaatan Kasgot (bekas magot) untuk pupuk.

Memiliki manfaat :

  1. Keluarga mendapat edukasi, pelatihan, konsultasi, bantuan tenaga ahli, promosi, donasi terkait pengelolaan kompos.
  2. Keluarga mendapat  edukasi, pelatihan, konsultasi, bantuan tenaga ahli, promosi, donasi terkait pemanfaatan pekarangan /UPGK.
  3. Keluarga mendapat edukasi, pelatihan, konsultasi, bantuan tenaga ahli, promosi, donasi, terkait Kangpisman ala Teratai II.
  4. Keluarga mampu mengurangi, memisahkan, dan memanfaatkan sampah.
  5. Keluarga mendapat tambahan dana dari bank sampah.
  6. Keluarga mendapat edukasi, pelatihan, konsultasi, bantuan tenaga ahli, promosi, donasi, terkait Kasgot (bekas maggot) untuk pupuk.
  • Bidang Informasi dan Konsultasi

Memiliki tujuan :

  1. Meningkatkan pengetahuan keluarga tentang Tumbuh Kembang Anak Balita.
  2. Meningkatkan pengetahuan keluarga tentang  Perlindungan Anak dan Perempuan /KDRT.
  3. Meningkatkan pengetahuan keluarga tentang permasalahan Remaja.
  4. Meningkatkan pengetahuan keluarga tentang permasalahan Lansia.

Memiliki manfaat :

  1. Keluarga mendapat edukasi, pelatihan, konsultasi, bantuan tenaga ahli, promosi, terkait Tumbuh Kembang Anak Balita.
  2. Keluarga mendapat edukasi, pelatihan, konsultasi, bantuan tenaga ahli, promosi, terkait Perlindungan Anak dan Perempuan /KDRT.
  3. Keluarga mendapat edukasi, pelatihan, konsultasi, bantuan tenaga ahli, promosi, terkait permasalahan remaja.
  4. Keluarga mendapat edukasi, pelatihan, konsultasi, bantuan tenaga ahli, promosi, terkait permasalahan lansia.

KARAKTERISTIK  POSYANDU TERATAI II

2.1    Aspek Demografis

          a.       Jumlah Sasaran Posyandu

Dilihat dari aspek demografis jumlah sasaran Posyandu,karakteristiksasaran binaan /pelayanan Posyandu Teratai II RW 05 sangat beragam mulai dari bayi, balita, remaja sampai lansia. Untuk lebih jelasnya  dapat  dilihat pada tabel berikut.

No URAIAN JUMLAH
1. Jumlah Penduduk     886   Orang
  Jumlah  Penduduk Laki-Laki     437   Orang 
  Jumlah Penduduk Perempuan     449   Orang
2. Jumlah kepala keluarga 256   KK
3. Jumlah Bayi dan  Balita     134   Orang
  Usia 1 – 5      Bulan        3   Orang
  Usia 6 – 11   Bulan        9   Orang
  Usia 12 – 23 Bulan        23  Orang
  Usia 24 – 35 Bulan        28  Orang
  Usia 24 – 59 Bulan       73  Orang
4. Jumlah  WUS     178  Orang
5. Jumlah PUS     111  Orang
6. Jumlah Ibu Hamil   (Bln. April  2019)         9  Orang
7. Jumlah Lansia 205 Orang
8. Jumlah Disabilitas (fisik, mental, intelektual, sensorik) 3  Orang

          b.       Jumlah Kader

Dilihat dari sumber daya manusia yang memberikan pelayanan di Posyandu Teratai II RW 05,  secara rinci dapat dilihat pada tabel  sebagai berikut.

NO URAIAN JUMLAH
1. Jumlah Kader Posyandu      25  Orang
  Jumlah Kader BKB (Bina Keluarga Balita)        9  Orang
  Jumlah Kader BKR (Bina Keluarga Remaja)        8  Orang
  Jumlah Kader BKL (Bina Keluarga Lansia)        8  Orang
2. Jumlah Kader Pos Bindu        8  Orang
3. Jumlah Kader Dasa Wisma      10  Orang

2.2    Denah / Lokasi Posyandu Teratai II

                   Wilayah Binaan Posyandu Teratai II  meliputi RT 06, 07, 08, 09. Tempat pelaksanaan kegiatan terletak  di Jl. Cisaranten Kulon IV No. 43 RT 06 RW 05 Kelurahan Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik Kota Bandung Provinsi Jawa Barat.

2.3    Susunan Pengurus Posyandu Teratai II

          a.       Posyandu  

Susunan pengurus Posyandu Teratai II RW 05 Kelurahan Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik sebagaimana tercantum dalam Keputusan Lurah Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik Kota Bandung Nomor 16 Tahun 2016 Tanggal 09 Oktober 2019 terdiri dari :

Ketua : Dra. Ellida Sufiani Atmadja, M.Si.
Sekretaris : Sumiati
Bendahara : Hj. Leli Ria Ambarwati, SE.,M.Pd.
Anggota : Ery Hendrawati
  : Sugiarti, SP.

b.       Posbindu

Susunan pengurus Posbindu Teratai II RW 05 Kelurahan Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik Kota Bandung sebagaimana tercantum dalam Keputusan Lurah Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik Kota Bandung Nomor 9 Tahun 2018 Tanggal 25 Juli  2018 terdiri dari :

Ketua : Dra. Hj. Suharyati Samba
Sekretaris : Ir. Lita Nur’aeni
Bendahara : Rine Rachminingsih
Pembina : Citra Wandani, M.S.,S.Kep., M.Kep.
  : Mamat Lukman, SKM.,S.Kp.,M.Si.
Anggota : Siti Mustakimah
  : Sri Suharti
  : Yeti Siswanti

c.       Bina Keluarga Balita

Susunan pengurus Bina Keluarga Balita  Teratai II RW 05 Kelurahan Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik sebagaimana tercantum dalam Keputusan Lurah Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik Kota Bandung Nomor 149/SK.04/CKL/III/2018 Tanggal 29 Maret  2018 terdiri dari :

Penanggung Jawab : Ketua RW 05
Ketua : Sugiarti, SP
Sekretaris : Tina Agustin
Bendahara : Aneu
Anggota : Jubaedah
  : Maswati
  : Juariah
  : Eva
  : Ery Hendrawati
  : Nuryanti

c.       Bina Keluarga Remaja

Susunan pengurus Bina Keluarga Remaja  Teratai II RW 05 Kelurahan Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik sebagaimana tercantum dalam Keputusan Lurah Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik Kota Bandung Nomor 149/SK.06/CKL/III/2018 Tanggal 29 Maret  2018 terdiri dari :

Penanggung Jawab : Ketua RW 05
Ketua : Euis Maemunah, ST.,M.M.
Sekretaris : Yesi
Bendahara : Dewi
Anggota : Juariah
  : Ery Hendrawati
  : Yuli
  : Eva
  : Nuryanti

c.       Bina Keluarga Lansia

Susunan pengurus Bina Keluarga Lansia  Teratai II RW 05 Kelurahan Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik sebagaimana tercantum dalam Keputusan Lurah Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik Kota Bandung Nomor 149/SK.05/CKL/III/2018 Tanggal 29 Maret  2018 terdiri dari :

Penanggung Jawab : Ketua RW 05
Ketua : Ir. Lita Nur’aini
Sekretaris : Yeti Siswanti
Bendahara : Irma
Anggota : Sri Suharti
  : Siti Nurhasanah
  : Yuli
  : Eriyah
  : Warlimah Tresnawati
  : Citra Wandani, M.S.,S.Kep.,M.Kep.
  : Mamat Lukman, SKM.,S.Kep.,M.Si.

2.4    Struktur Organisasi Posyandu Teratai II

                   Meliputi  Pembina, ketua, sekretaris, bendahara, dan 6 koordinator bidang, yang digambarkan secara jelas pada bagan berikut.

2.5    Deskripsi tugas Pengurus dan Koordinator Kader

                   Uraian tugas untuk setiap pengurus /kordinator dan roling penugasan  pada buka Posyandu  secara rinci dapat dilihat pada bagan berikut.

2.6    Peralatan yang Mendukung Kegiatan Posyandu Teratai II

2.6.1   Posyandu

a.       Gedung  mempergunakan sarana umum Mushola Al Ikhlas dan Paud Bina Insan Cendikia (terintegrasi).

b.       Meja.

c.       Kursi.

d.       Display data, tempat penyuluhan dll (di ruang mushola).

e.       Timbangan Dacin

          – Timbangan biasa dengan standar kaki tiga

          – Timbangan digital

          – Timbangan  Inovatif  dengan bentuk mobil

          – Timbangan dengan alat pengukur tinggi badan

          – Timbangan bayi

f.        Alat pengukur tinggi badan

g.       Lemari.

h.      Taplak meja.

i.        APE mempergunakan milik Paud Bina Insan Cendikia.

2.6.2 Posbindu

a.       Gedung  mempergunakan sarana Yayasan Nursentra.

b.       Meja.

c.       Kursi.

d.       Display data, tempat penyuluhan dll

e.       Timbangan digital

f.        Pengukur tinggi badan

g.       Alat pengukur lingkar perut dan pinggang

g.       Lemari berkas.

h.      Lemari display Kriya Motekar.

i.        Taplak meja.

i.        Alat pengukur tensi darah (tensi meter).

2.7     Tingkat Pencapaian Kegiatan Penimbangan Balita di Posyandu

          a.       Tahun 2019

Gambaran tingkat pencapaian kegiatan penimbangan Balita di Posyandu Teratai II pada tahun 2019 dapat dilihat pada tabel berikut.

  Januari Februari Maret April
S 140 134 134 136
K 140 134 134 136
D 108 117 119 112
N 96 101 96 104
D/S 77,14 % 87,31 % 88,80 % 82,35 %
N/D 88,88 % 86,32 % 80.67 % 92,85 %

b.       Tahun 2018

Tingkat Pencapaian kegiatan Posyandu Teratai II setiap bulan pada tahun 2018 sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor terkait karakteristik masyarakat sasaran Posyandu yang sebagian besar merupakan  keluarga /pasangan muda yang berasal dari luar kota. Bila musim liburan / kegiatan Hari Raya  maka tingkat kehadiran Balita ditimbang menjadi kecil /sedikit /menurun, dan jumlah Balita yang naik berat badannya juga kecil /sedikit/menurun. Begitu halnya bila keadaan cuaca kurang bersahabat, banyak Balita yang sakit, tingkat kehadiran kecil /sedikit /menurun.

Gambaran secara umum tingkat pencapaian penimbangan Posyandu Teratai II pada tahun 2019 dapat dilihat pada tabel berikut.

          Januari Februari Maret April
S 129 133 132 129
K 129 133 132 129
D 95 110 101 92
N 40 46 72 70
D/S 73,64 % 82,70 % 76,51 % 71,31 %
N/D 42,10 % 41,81% 71,28 % 76,80 %
          Mei Juni Juli Agustus
S 128 126 121 136
K 128 126 121 136
D 88 90 91 121
N 68 66 75 66
D/S 68,75 % 71,42 % 75,20 % 88,97 %
N/D 77,27 % 73,33 % 82.41 % 54,54 %
          September Oktober November Desember
S 134 134 139 139
K 134 134 139 139
D 112 116 112 119
N 92 73 74 99
D/S 83,58 % 86,56 % 80,57 % 85,61 %
N/D 82,14 % 62,93 % 66.96 % 83,19 %

2.8    Dana Sehat

                   Berasal dari iuran warga yang dikelola oleh bagian Dana Sehat Posyandu Teratai II. Mekanisme pengumpulan dan penggunaan dapat dilihat pada bagan berikut.

2.9    Program Kerja Posyandu Teratai II Tahun 2019

                   Gambaran secara umum program kerja Posyandu Teratai II tahun 2019 secara rinci dapat dilihat pada bagan /tabel berikut.

ANALISIS SWOT  POSYANDU TERATAI II

Dalam menetapkan langkah proaktif ke depan,  Posyandu Teratai II  mencoba membuat analisis  SWOT (Strength / Kekuatan, Weakness /Kelemahan, Opportunities /Peluang, Threat/ Kendala/ Ancaman)  untuk  memahami faktor internal sumberdaya yang dimiliki sehingga memberikan kekuatan dan kelemahan untuk berkembang meliputi : sumberdaya manusiasarana/fasilitas (material), dana (keuangan/money), metode  yang dimiliki, dan memahami faktor eksternal berupa peluang dan kendala yang mempengaruhi meliputi dukungan masyarakat, pemerintah, dunia usaha, para professi, dunia pendidikan, media dan perkembangan lingkungan.

Analisis perkembangan Posyandu Teratai II ini secara umum merupakan  refleksi dan evaluasi  perjalanan Posyandu Teratai II sejak berdiri sampai saat ini  yang diuraikan sebagai berikut :

3.1    Faktor Internal

3.1.1 Kekuatan

          a.       Aspek  Dukungan SDM

1)       Tersedianya SDM calon kader  secara kuantitas dengan berkembangnya kependudukan di wilayah binaan.

2)       Tersedianya SDM calon kader secara kualitas dengan pendidikan minimal SLTA dan Sarjana.

3)       Tersedianya SDM calon kader yang fresh, muda dan memiliki kesukarelaan di bidang sosial.

4)       Tersedia SDM yang mau menarik/mengambil/mengelola sampah  yang telah dipisahkan dari rumah.

5)       Tersedia SDM yang mau dibina secara serius untuk mengembangkan keterampilan di bidang makanan maupun kerajinan pemanfaatan limbah.

6)       Tersedia SDM para ahli yang memiliki beragam profesi yang dapat bermitra dan memberikan edukasi dengan Posyandu Teratai II antara lain : SDM ahli /profesi  di bidang Psikologi, Teknologi Informasi, Lingkungan Hidup dan Kesehatan, Pengembangan Ekonomi Keluarga, Keterampilan, Bantuan Hukum, dan lainnya untuk mendukung pelaksanaan Posyandu.

b.       Aspek Dukungan  Material / Sarana Prasarana

1)       Tempat penyelenggaraan kegiatan Posyandu memiliki banyak pilihan antara lain terintegrasi dengan PAUD, terintegrasi dengan Masjid, terintegrasi dengan Yayasan, dan tempat umum lainnya.

2)       Peralatan  berupa timbangan, alat ukur tinggi badan dan panjang badan sudah semakin baik,  meja pelayanan, kursi, karpet, taplak meja, speaker aktif, cukup memadai.

3)       Buku administrasi tersedia  semakin baik.

4)       Dukungan teknologi Computer, dan teknologi informasi lainnya seperti handphone/ telepon  untuk mempermudah berbagai hal yang semakin baik.

5)       Masih tersedia tanah lapang untuk  dikelola dan digarap /dijadikan kebun keluarga /warung hidup/apotek hidup, pengelolaan kompos, sampah dan sebagainya.

6)       Tersedia beberapa kendaraan Mobil dan Motor milik warga yang siap dipergunakan untuk membantu tetangga di lingkungannya dalam keadaan darurat dengan mekanisme sesuai yang disepakati bersama.

c.       Aspek  Dukungan Keuangan/Dana

1)       Bantuan dana berupa iuran dari  warga masyarakat  yang disepakati untuk membantu biaya pelayanan Posyandu Teratai II semakin baik dan dikelola dengan baik.

2)       Bantuan dana dari pemerintah untuk menunjang penyelenggaraan Posyandu semakin baik.

3)       Bantuan dana dari masyarakat pilihan (donatur)  semakin baik.

d.       Aspek Dukungan  Methode

1)       Format pelaporan dan sistem pelaporan untuk Puskesmas, TP PKK Kelurahan, Kel PKK RW  dan sebagainya  dirancang semakin baik.

2)       Untuk mempercepat komunikasi dan penyampaian informasi, edukasi, sosialisasi antar kader  secara internal memanfaatkan media WA (WhatsApp) / telepon /handphone, dan email.

3)       Penyampaian informasi dari  kader ke sasaran binaan Posyandu Teratai II memanfaatkan media WA (WhatsApp) /telepon/handphone.

4)       Penyampaian informasi, edukasi, sosialisasi dari atau kepada pengurus  Posyandu Teratai II maupun dari atau kepada warga lainnya, dilakukan melalui berbagai media antara lain : Sekolah Ibu (kelompok orang tua balita, remaja dan lansia), Kriya Motekar dalam bidang pengembangan ekonomi keluarga,  kelompok arisan, kelompok pengajian, bank sampah, kelompok pengelolaan sampah rumah tangga menjadi pupuk,  Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), kelompok senam, dan sebagainya.

5)       Penyampaian informasi, edukasi, sosialisasi dari atau kepada pengurus  Posyandu Teratai II maupun dari atau kepada Ketua RT/pengurus,  Kelompok PKK RW 05, TP PKK Kelurahan Cisaranten Kulon, Puskesmas dan lainnya, memanfaatkan media WA (WhatsApp) / telepon /handphone, dan email.

3.1.2 Kelemahan

          a.       Aspek  Dukungan SDM

1)       Pada awal pembentukan Posyandu  Teratai II  kader merupakan orang yang  memiliki kemauan /sukarela bersedia sebagai pengurus  yang penting mau melakukan kegiatan penimbangan dan lain-lain,  serta  bersedia hadir mengikuti pertemuan di kelurahan maupun Puskesmas/ kegiatan keluar lainnya. Pada saat itu  sama sekali tidak memperhatikan aspek pendidikan formal maupun non formal kader (sangat variatif  mulai  kader yang berpendidikan SD sampai  kader yang berpendidikan sarjana).

2)       Dalam perkembangan  selanjutnya Posyandu secara umum mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai aspek baik kegiatan, pelaporan dan lainnya, sehingga penunjukan kader yang asal-asalan menjadi boomerang pada eksistensi Posyandu  yang berdampak pada  kurang optimal dalam  melaksanakan peran dan tugas sebagaimana yang diharapkan negara/pemerintah, baik lokal, daerah maupun nasional.   

3)       Keterbatasan pendidikan memiliki korelasi yang sangat besar  dengan kemampuan  menyerap ilmu pengetahuan yang diberikan dari berbagai kalangan  dan  kemampuan mentransfer ilmu yang diterima kepada warga masyarakat lainnya yang kurang optimal.  Banyak informasi yang tidak sampai dan tidak dapat diimplementasikan dalam keseharian,  dengan demikian perubahan sikap masyarakat  dalam bidang kesehatan sesuai yang diharapkan  berjalan kurang optimal. Selain itu banyaknya format laporan yang harus diisi  dan  dilaporkan menjadi  permasalahan lainnya bagi para kader sehingga menjadi salah satu penyebab tersendatnya kelancaran pelaporan maupun informasi yang harus disampaikan pada satuan  lebih atas.

4)       Kondisi ini  bagaimanapun juga menjadi salah satu alasan kurang  berkembangnya Posyandu  dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga masyarakat kurang percaya  terhadap pelayanan yang diberikan oleh Posyandu.   Pada langkah selanjutnya mulailah dilakukan penataan dengan cara membangun kepercayaan masyarakat (trust building) dengan memilih dan meminta kesediaan para tokoh di masing-masing RT untuk berkenan sebagai  kader Posyandu  dengan harapan apa yang menjadi cita-cita pemerintah /Negara dapat diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat.

5)       Kemampuan menjalin kemitraan dengan berbagai kalangan sudah ada namun masih belum optimal.

b.       Aspek Dukungan  Material / Sarana Prasarana

          1)       Pemeliharaan  sarana prasarana  masih  perlu ditingkatkan.

2)       Penggunaan bersama tempat pelayanan memerlukan kesadaran bersama dan meningkatkan kemitraan.

3)       Penataan sarana masih  terus dilakukan untuk optimalisasi kegiatan.

c.       Aspek  Dukungan Keuangan

1)       Bantuan dana dari  warga masyarakat  masih perlu dioptimalkan  nominalnya agar dapat  mendukung kegiatan pelayanan secara baik. 

2)       Bantuan lainnya  dari donatur yang masih bersifat situasional untuk kegiatan Posyandu masih perlu dioptimalkan  sehingga menjadi rutin.

d.       Aspek Dukungan Methode

1)       Perlu pengelolaan keuangan yang lebih baik lagi, dengan  mempergunakan metode/sistem yang lebih transparan, efektif dan efisien.

2)       Sistem pengumpulan yang berjenjang dari warga ke RT  lalu ke Posyandu, masih terus dilakukan penataan.

3)       Pengelolaan Dana Sehat dan mekanismenya masih terus dilakukan penataan.

4)       Sistem Informasi untuk edukasi, sosialisasi mempergunakan media sosial  belum optimal, masih  terkendala dengan kepemilikian HP kader maupun warga yang belum sesuai harapan /sesuai perkembangan Teknologi Informasi.

3.2    Faktor Eksternal

3.2.1 Peluang

1)       Dukungan partisipasi  warga masyarakat dalam pendanaan, tenaga, pemikiran  untuk perkembangan  maupun kegiatan  yang diselenggarakan Posyandu Teratai II  semakin  baik.

2)       Dukungan pemerintah terhadap Posyandu  cukup baik,  dengan bantuan pendanaan yang sangat membantu kegiatan pelayanan Posyandu.

3)       Dukungan  Tim Penggerak PKK Kelurahan Cisaranten Kulon, maupun dari Tim Penggerak PKK Kecamatan Arcamanik  proaktif dalam membina administrasi dan sebagainya.

4)       Peran serta Puskesmas Rusunnawa sangat baik dalam  bermitra dengan Posyandu Teratai II.

5)       Keterbukaan sistem teknologi Informasi  dan media sosial mempermudah penyebaran informasi pada warga masyarakat, pengurus RT, maupun Instansi terkait seperti Puskesmas, Kelurahan dan sebagainya.

6)       Terbukanya  peluang Posyandu Teratai II untuk bermitra dengan berbagai profesi, dunia usaha, masyarakat, pemerintah, akademisi, yang ada di wilayah binaan maupun lingkungan sekitar.

7)       Penyampaian informasi kegiatan Posyandu dapat mempergunakan media yang ada di wilayah seperti kelompok arisan, kelompok pengajian, kelompok senam,  DKM & Majlis Taklim Al Muhajirin Wal Anshor dan sebagainya.

3.2.2 Kendala /Tantangan/Ancaman

1)       Masih ditemukan perilaku hidup yang tidak sehat pada masyarakat binaan.

2)       Kesadaran  masyarakat terhadap  lingkungan masih belum optimal.  Perlu pembinaan  yang terintegrasi  antar instansi/ aparat/petugas dan dilakukan secara  terus menerus.

3)       Pendataan kependudukan yang akurat masih belum optimal terkait dengan status kependudukan. 

4)       Jangkauan penyampaian informasi kegiatan Posyandu Teratai  khususnya pada warga yang tidak terlibat dalam kegiatan yang ada di wilayah selama ini masih terbatas /perlu dioptimalkan.

5)       Penggunaan media sosial perlu dioptimalkan dan dikelola secara baik untuk efisiensi dan efektifitas pelaksanaan kegiatan.

6)       Memperluas jejaring komunikasi dengan berbagai pihak masih harus dioptimalkan.

7)       Sinergitas pembinaan antar instansi terkait pengembangan Posyandu perlu dioptimalkan.

8)       Tingkat kehadiran ibu /warga dalam penimbangan di Posyandu masih belum optimal karena faktor tertentu antara lain :

a)       Pengetahuan ibu tentang manfaat posyandu masih belum optimal.

b)       Motivasi ibu untuk membawa anaknya ke posyandu perlu dioptimalkan.

c)       Pekerjaan ibu yang bervariasi.

d)       Dukungan dan motivasi dari kader posyandu dan tokoh masyarakat  belum optimal.

e)       Jarak dari rumah ke  tempat penyelenggaraan Posyandu  masih dijadikan kendala ketidakhadiran.

f)        Sarana prasarana yang ada di Posyandu dianggap tidak akurat.

g)       Mobilisasi warga masyarakat cukup tinggi sehingga berpengaruh pada tingkat kehadiran warga.


[1] Sumber : Departemen Kesehatan (2006) ; Zulkifli (2003) dalam Posyandu dan Kader Kesehatan.

[2]  Sumber : Dinas Kesehatan RI. 2006. Halaman : 95.

error: Content is protected !!